Friday, August 31, 2012

MUJADDID, Pemimpin Kebenaran Pewaris Rasul : Khazanah Yang Sudah Lama Dilupakan Umat Islam

Umat manusia di dunia dewasa ini sedang berhadapan dengan berbagai krisis yang sangat membahayakan kehidupan manusia : krisis politik, sosial, ekonomi, moral, pendidikan, kemanusiaan dan berbagai macam krisis lainnya. Terjadi perselisihan, penzaliman, pembunuhan dan peperangan yang menyebabkan pertumpahan darah. Masyarakat hidup mengikuti nafsunya masing-masing. Yang kaya menderita, susah hati dalam menjaga dan menambah kekayaannya, yang miskin tidak sabar, susah hati karena tak memiliki harta dan melihat si kaya dengan penuh cemburu. Pergolakan politik di kalangan elit tidak pernah berhenti laksana air laut yang senantiasa bergolak, saling jatuh-menjatuhkan perkara biasa, berebut jabatan mengorbankan nyawa, muda-mudi hidup berfoya-foya dan terlibat narkoba, maksiat di mana-mana, kriminalitas tidak berhenti, ibarat air sungai yang mengalir setiap waktu. Manusia hidup dalam kesusahan dan penderitaan. Jiwa-jiwa masyarakat tidak tenang, mereka bagai hidup dalam neraka dunia.
Krisis yang sangat membahayakan seperti yang dialami umat manusia sekarang ini pernah terjadi dalam sejarah kehidupan manusia dan Al Qur’an memberikan contoh jalan keluarnya. Jalan penyelesaian untuk keluar dari krisis multidimensi yang sangat berbahaya bagi umat manusia di dunia dan akhirat ini adalah dengan kembali dan merujuk kepada Tuhan melalui ‘wakilNya’ di muka bumi. Di zaman ketika masih ada Nabi dan Rasul, manusia merujuk kepada para nabi dan Rasul utusan Tuhan. Ketika kenabian sudah ditutup dengan kedatangan Rasulullah SAW, manusia diminta bertanya kepada para ulama yang haq, ulama pewaris nabi. Untuk menyelamatkan umat islam, dengan rahmat dan kasih sayang Allah, setiap awal kurun, Allah kirimkan kepada umat Islam ini ulama besar yang bertaraf mujaddid (pembaharu). Rasulullah saw pernah bersabda :
Terjemahannya: “Sesungguhnya ALLAH akan mengutus pada umat ini (umat Rasulullah) setiap awal 100 tahun seorang mujaddid yang membaharui urusan agamanya.
Jadi berdasarkan hadis ini jelas di setiap awal kurun (100 tahun), ALLAH lahirkan seorang mujaddid. Mujaddid berasal dari perkataan jaddada yujaddidu, tajdidan, mujadidun, mujaddadun.
Jaddada : dia telah membaharui
yujadidu : dia sedang atau akan membaharui
tajdidan : pembaharuan
mujadidun rang yang membawa pembaharuan
Mujaddid maknanya orang yang membawa pembaharuan. Mujaddid itu bahasa Arab, dalam bahasa Inggeris dikatakan “Reformer” : Pembaharu.
Mujaddid yang lahir di setiap awal kurun tugasnya adalah yujadidu, membaharui urusan agama. Apakan maksud memperbaharui urusan agama? Adakah dia membaharui isi Al Quran, atau isi Hadis atau isi Islam? Tidak. Ia tetap membawa Al Quran, Hadis dan akhlak Islam, isi yang lama yang pernah dibawa oleh Rasulullah SAW. Tetapi ia mendapat ilham dari Allah dan membawa satu penafsiran baru tentang Al Qur’an dan hadis. Penafsirannya yang bersumber dari ilham itulah yang paling tepat dan sesuai untuk diamalkan di zaman itu. Dia tidak hanya menafsirkannya tetapi juga mengamalkan tafsiran tersebut dalam diri, keluarga, jamaah dan perjuangannya. Dialah Al Qur’an dan hadis berjalan di kurun itu. Hasil dari keindahan Islam yang dibawa dan diperjuangkannya, banyak orang yang sangat fanatik dalam mencintai dan mengikutinya, tetapi tidak kurang juga yang sangat menentangnya, karena tidak faham atau hasad dengki dengannya.
Dia juga membawa style yang baru yang tidak pernah ditempuh oleh orang lain selama ini. Hingga Islam dapat diamalkan oleh masyarakat. Dengan kata-kata lain, agama yang lama sudah ditinggalkan itu dapat dihidupkan kembali oleh mujaddid tersebut dengan menggunakan methode, uslub, teknik, strategi dan kaedah baru yang sesuai dengan fikiran dan suasana zamannya.
Dalam ajaran Islam ini tujuan dan matlamat tidak boleh berubah tetapi methode dan uslub boleh berubah sesuai dengan fikiran manusia yang sentiasa berubah dan keadaan masa di zaman itu. Sebab itu sekiranya ada seorang pemimpin tetapi dia ikut style yang lama, walau bagaimana hebat sekalipun pimpinannya dia tidak dianggap sebagai mujaddid. Lebih-lebih lagi kalau lahirnya bukan di awal kurun.
Karena zaman dan situasi yang berbeda antara 1 mujaddid dengan mujaddid lain, maka style antara satu mujaddid dengan mujaddid yang lain juga tidak sama. Tekniknya berbeda tetapi perkara yang diperjuangkan adalah sama yaitu mengajak manusia kepada Allah SWT. Sebab itu jika kita mengkaji sejarah walaupun Islam tidak menjadi empayar tetapi di tangan mujaddid, Islam tetap hidup dan berkembang. Masih berlaku kesyumulan Islam dalam jemaah pimpinannya.
Jadi mujaddid itu tidak membawa agama yang baru, karena tidak ada Nabi dan Rasul selepas Rasulullah. Dia hanya membawa ajaran Rasulullah. Supaya ajaran Rasulullah itu diamalkan oleh masyarakat, maka dia meniti di atas teknik, methode, uslub, cara, kaedah, style dan strategi yang baru yang sesuai dengan kerusakan yang berlaku di zamannya. Sebab itu orang mudah menerimanya, sedangkan pejuang-pejuang lain di zamannya masih lagi mengekalkan style dan cara yang lama. Sebab itu masyarakat tidak dapat menerima mereka. Tetapi pejuang-pejuang yang tidak faham ini kadang-kadang menyalahkan masyarakat yang tidak mau menerima Islam. Padahal bukan masyarakat yang tidak mau Islam, tetapi kaedah mereka yang gagal untuk menarik minat orang kepada Islam. Tetapi kepada mujaddid, ALLAH membekalkan padanya melalui ilham satu cara, methode dan kaedah yang tersendiri. Sehingga hati-hati manusia dapat menerima kaedah perjuangannya.
Kedatangan Mujaddid Memperbaiki yang Rusak
Dengan kasih sayang Tuhan, selepas kewafatan Rasulullah SAW didatangkan setiap seratus tahun seorang mujadid. Kedatangan seorang mujadid yang membawa satu kaedah, cara teknik dan metoda baru yang sesuai di kurunnya, bertujuan untuk memperbaiki yang rusak di waktu itu. Metode itu hanya menyangkut perkara yang telah rusak saja. Supaya yang rusak itu dapat dibetulkan dengan menggunakan metode yang baru.
Ini berarti, semakin ke ujung semakin banyak yang rusak dan perlu dibaiki, makin banyaklah yang hilang, banyak yang rusak, banyak yang biasa wujud sudah tidak wujud lagi. Artinya mujadid yang datang makin ke ujung, makin berat tanggung jawabnya. Sebab makin ke ujung makin banyak perkara dalam agama Islam yang sudah rusak.
Kalau begitu, tugas mujadid pertama tidaklah seberat mujadid kedua. Tugas mujadid kedua tidak seberat mujadid ketiga. Juga tugas mujadid ketiga tidak seberat mujadid keempat. Tugas yang keempat tidak seberat yang kelima dan begitulah seterusnya.
Sebagai contoh, mujadid pertama ialah Sayidina Umar bin Abdul Aziz. Dia membawa pembaharuan hanya berkaitan dengan masalah negara saja. Dia tidak menyentuh soal ibadah, akhlak, masyarakat atau ekonomi. Sebab di zamannya semua aspek itu tidak rusak. Yang rusak ialah soal pemerintahan negara.
Begitu juga kedatangan mujadid kedua, Imam Syafei. Dia datang bukan untuk membetulkan masalah ibadah, akhlak, ekonomi, atau masyarakat. Dia menyelesaikan hal-hal mengenai ulama. Sebelum kedatangan Imam Syafei, ulama-ulama memberi fatwa tanpa ada kaedah atau cara. Pada masa itu, orang membuat hukum dan fatwa tidak mengikut prosedur. Maka Imam Syafei pun membuat kaedah. Lahirlah dua kaedah yaitu usul fiqh dan khawaidul fiqhiyah. Sampai sekarng ulama menerima dan memakai kaedah ini. Jadi Imam Syafei datang untuk menyelesaikan masalah ijtihad.
Di waktu kedatangan mujadid ketiga, Imam Abu Hassan Asyaari, yang rusak adalah aqidah. Sebab di waktu itu Islam sudah mulai meluas, falsafah Barat dan Yunani sudah meresap masuk ke dalam Islam. Jadi mujadid ini tidaklah menyentuh hal-hal ekonomi, akhlak dan ibadah, tetapi membetulkan aqidah yang sudah keliru. Sebab itu ada kaedah sifat 20 itu dalam ilmu tauhid dan usuludin.
Begitulah pula datang mujadid seterusnya, Imam Fakhrurrazi. Dia membuat kaedah bagaimana mentafsirkan Al Quran.
Kemudian, kerusakan semakin bertambah berat. Islam sudah terpecah-pecah. Ibadah sudah tidak ada hubungan dengan akhlak. Aqidah pula seolah-olah tersendiri. Datanglah mujadid seterusnya yaitu Imam Ghazali, membawa suatu kaedah untuk menggabungkan ketiga-tiga asas agama yaitu tauhid, fikih dan tasawuf. Dalam setiap amalan umat islam mesti terangkum tauhid, fikih dan tasawuf. Sebab ketiga-tiga asas tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
Kalau begitu, makin ke ujung makin besarlah masalah umat Islam. Di kurun ini semua masalah sudah wujud. Sistem pemerintahan sudah rusak, masyarakat rusak, rakyat rusak, ibadah rusak, aqidah rusak, akhlak rusak, tauhid rusak, ekonomi rusak, politik rusak, dan macam-macam lagi yang sudah rusak. Artinya seluruh aspek kehidupan itu sudah tidak dikaitkan dengan Allah. Sebab itu kedatangan mujadid di kurun ini tentulah keadaannya lebih sulit lagi dan sangat menantang. Apabila hendak membetulkan semua perkara tadi, semua golongan yang terlibat dalam kerusakan itu yang mungkin belum paham akan menjadi penentang perjuangan dan kedatangan mujadid ini. Bila semua sudah rusak, artinya semua golongan yang terlibat akan tertantang dengan kedatangan mujadid kurun ini. Tetapi dengan ilmu ilham yang diberikan oleh Allah dan ketaqwaan yang dimiliki oleh mujaddid tersebut, Insya Allah ia akan sanggup membaiki kerusakan yang ada.
Siapakah dia ?
Semoga kajian buku ini memberikan indikasi kepada kita siapakah yang layak untuk menjadi mujaddid di kurun ini.
Ulama-ulama bertaraf Mujaddid disetiap zaman, diantaranya :
Mujaddid kurun 1 : Khalifah Umar bin Abdul Aziz
Mujaddid kurun 2 : Imam Syafei
Mujaddid kurun 3 : Abul Hassan As-Syaari, Ibnu Suraij A1 Iraqi
Mujaddid kurun 4 : Imam A1 Baihaqi, Syeikh Abu Hamid Isfaraini As Shafie
Mujaddid kurun 5 : ImamAl Ghazali
Mujaddid kurun 6 : Imam Fakhrurrazi
Mujaddid kurun 7 : Ibnu Daqiqi’Id
Mujaddid kurun 8 : Albalqini
Mujaddid kurun 9 : Imam As Sayuti
Mujaddid kurun 10 : Imam Muhammad Ar Ramli
Mujaddid kurun 11 : Abdullah Salim A1 Basri
Mujaddid kurun 12 : Ad Dardiri
Mujaddid kurun 13 : Sayidi Syeikh Muhammad bin Abdullah As Suhaimi

Thursday, August 30, 2012

BIODATA RASULULLAH SAW

BIODATA RASULULLAH SAW
Pepatah Melayu ada mengatakan "Tak Kenal, Maka Tak Cinta". Demikianlah
sikap kita terhadap Rasulullah SAW. Seseorang itu tidak akan menyambut
kelahiran Rasulullah SAW jika tiada perasaan cinta terhadap baginda.
Malahan sesetengahnya langsung tidak mempedulikan Rasulullah SAW,
seolah-olah tiada apa-apa keistimewaan dengan kelahiran dan pengutusannya.
Menyedihkan lagi, sebahagian daripada umat Islam lebih mengingati kelahiran
paderi ' St..
Valentino ' daripada mengingati Rasulullah SAW, lebih
mengingati biodata para artis daripada biodata Rasulullah SAW. Beginikah
kecintaan kita kepada seorang kekasih dan utusan Allah SWT? Justeru itu
kita harus berasa bertanggungjawab untuk memaparkan biodata dan kronologi
hidup Baginda SAW untuk tatapan dan ingatan kita bersama agar kita lebih
mencintai kehidupan dan perjuangan Rasulullah SAW.


BIODATA RASULULLAH SAW


· Nama : Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muttalib bin Hashim.
· Tarikh lahir : Subuh hari Isnin, 12 Rabiulawal bersamaan 20 April 571
Masehi (dikenali sebagai Tahun Gajah; sempena peristiwa tentera bergajah
Abrahah yang menyerang kota Kaabah).
· Tempat lahir : Di rumah Abu Talib, Makkah Al-Mukarramah.
· Nama bapa : Abdullah bin Abdul Muttalib bin Hashim.
· Nama ibu : Aminah binti Wahab bin Abdul Manaf.
· Pengasuh pertama : Barakah Al-Habsyiyyah (digelar Ummu Aiman. Hamba
perempuan bapa Rasulullah SAW).
· Ibu susu pertama : Thuwaibah (hamba perempuan Abu Lahab).
· Ibu susu kedua : Halimah binti Abu Zuaib As-Saadiah (lebih dikenali
Halimah As-Saadiah. Suaminya bernama Abu Kabsyah).


USIA 5 TAHUN


· Peristiwa pembelahan dada Rasulullah SAW yang dilakukan oleh dua malaikat
untuk mengeluarkan bahagian syaitan yang wujud di dalam hatinya.


USIA 6 TAHUN


· Ibunya Aminah binti Wahab ditimpa sakit dan meninggal dunia di Al-Abwa '
(sebuah kampung yang terletak di antara Makkah dan Madinah).
· Baginda dipelihara oleh Ummu Aiman (hamba perempuan bapa Rasulullah SAW)
dan dibiayai oleh datuknya Abdul Muttalib.


USIA 8 TAHUN


· Datuknya, Abdul Muttalib pula meninggal dunia.
· Baginda dipelihara pula oleh bapa saudaranya, Abu Talib.

USIA 9 TAHUN (Setengah riwayat mengatakan pada usia 12 tahun).

· Bersama bapa saudaranya, Abu Talib bermusafir ke Syam atas urusan
perniagaan..
· Di kota Busra, negeri Syam, seorang pendita Nasrani bernama Bahira
(Buhaira) telah bertemu ketua-ketua rombongan untuk menceritakan tentang
pengutusan seorang nabi di kalangan bangsa Arab yang akan lahir pada masa
itu.


USIA 20 TAHUN


· Terlibat dalam peperangan Fijar . Ibnu Hisyam di dalam kitab ' Sirah ' ,
jilid1, halaman 184-187 menyatakan pada ketika itu usia Muhammad SAW ialah
14 atau 15 tahun.
Baginda menyertai peperangan itu beberapa hari dan
berperanan mengumpulkan anak-anak panah sahaja.
· Menyaksikan ' perjanjian Al-Fudhul ' ; perjanjian damai untuk memberi
pertolongan kepada orang yang dizalimi di Makkah.


USIA 25 TAHUN


· Bermusafir kali kedua ke Syam atas urusan perniagaan barangan Khadijah
binti Khuwailid Al-Asadiyah.
· Perjalanan ke Syam ditemani oleh Maisarah; lelaki suruhan Khadijah.
· Baginda SAW bersama-sama Abu Talib dan beberapa orang bapa saudaranya
yang lain pergi berjumpa Amru bin Asad (bapa saudara Khadijah) untuk
meminang Khadijah yang berusia 40 tahun ketika itu.
· Mas kahwin baginda kepada Khadijah adalah sebanyak 500 dirham.


USIA 35 TAHUN


· Banjir besar melanda Makkah dan meruntuhkan dinding Kaabah.
· Pembinaan semula Kaabah dilakukan oleh pembesar-pembesar dan penduduk
Makkah.
· Rasulullah SAW diberi kemuliaan untuk meletakkan ' Hajarul-Aswad ' ke
tempat asal dan sekaligus meredakan pertelingkahan berhubung perletakan
batu tersebut.


USIA 40 TAHUN


· Menerima wahyu di gua Hira ' sebagai perlantikan menjadi Nabi dan Rasul
akhir zaman.
USIA 53 TAHUN

· Berhijrah ke Madinah Al-Munawwarah dengan ditemani oleh Saidina Abu Bakar
Al-Siddiq.
· Sampai ke Madinah pada tanggal 12 Rabiulawal/ 24 September 622 M.


USIA 63 TAHUN


· Kewafatan Rasulullah SAW di Madinah Al-Munawwarah pada hari Isnin, 12
Rabiulawal tahun 11Hijrah/ 8 Jun 632 Masihi.


ISTERI-ISTERI RASULULLAH SAW


§ Khadijah Binti Khuwailid.
§ Saudah Binti Zam'ah.
§ Aisyah Binti Abu Bakar (anak Saidina Abu Bakar).
§ Hafsah binti ' Umar (anak Saidina ' Umar bin Al-Khattab).
§ Ummi Habibah Binti Abu Sufyan.
§ Hindun Binti Umaiyah (digelar Ummi Salamah).
§ Zainab Binti Jahsy.
§ Maimunah Binti Harith.
§ Safiyah Binti Huyai bin Akhtab.
§ Zainab Binti Khuzaimah (digelar ' Ummu Al-Masakin ' ; Ibu Orang Miskin).

ANAK-ANAK RASULULLAH SAW


1. Qasim
2. Abdullah
3.. Ibrahim
4. Zainab
5. Ruqaiyah
6. Ummi Kalthum
7. Fatimah Al-Zahra '


ANAK TIRI RASULULLAH SAW


Halah bin Hind bin Habbasy bin Zurarah al-Tamimi (anak kepada Saidatina
Khadijah bersama Hind bin Habbasy. Ketika berkahwin dengan Rasulullah,
Khadijah adalah seorang janda)..


IBU SUSUAN/SAUDARA SUSUAN

1. Thuwaibah 1. Hamzah
2. Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad


SAUDARA SUSUAN

1. Halimah Al-Saidiyyah 1. Abu Sufyan bin Harith bin Abdul Mutallib
2. Abdullah bin Harith bin Abdul ' Uzza
3. Syaima ' binti Harith bin Abdul ' Uzza
4. ' Aisyah binti Harith bin abdul ' Uzza


BAPA DAN IBU SAUDARA RASULULLAH SAW
(ANAK-ANAK KEPADA ABDUL MUTTALIB)


1. Al-Harith
2. Muqawwam
3. Zubair
4. Hamzah ***
5. Al-Abbas ***
6. Abu Talib
7. Abu Lahab (nama asalnya Abdul Uzza)
8. Abdul Ka ' bah
9. Hijl
10. Dhirar
11. Umaimah
12. Al-Bidha (Ummu Hakim)
13. Atiqah ##
14. Arwa ##
15. Umaimah
16. Barrah
17. Safiyah (ibu kepada Zubair Al-Awwam) ***

*** Sempat masuk Islam.
## Ulama berselisih pendapat tentang Islamnya.

Sabda Rasulullah SAW:
"Sesiapa yang menghidupkan sunnahku, maka sesungguhnya dia telah mencintai
aku. Dan sesiapa yang mencintai aku nescaya dia bersama-samaku di dalam
syurga." (Riwayat Al-Sajary daripada Anas )

Çááåã Õáì Úáì ÓíÏäÇ ãÍãÏ æÚáì Âáå æÇÕÍÇÈå æÓáã

Nabi Muhammad SAW - Manusia agong


KENALI NABI MUHAMMAD S.A.W. SECARA LAHIRIAH.

Begitu indahnya sifat fizikal Baginda, sehinggakan seorang ulama Yahudi yang
pada pertama kalinya bersua muka dengan Baginda lantas melafazkan keIslaman
dan mengaku akan kebenaran apa yang disampaikan oleh Baginda.

Di antara kata-kata apresiasi para sahabat ialah:

- Aku belum pernah melihat lelaki yang sekacak Rasulullah saw..
- Aku melihat cahaya dari lidahnya.
- Seandainya kamu melihat Baginda, seolah-olah kamu melihat matahari
terbit.
- Rasulullah jauh lebih cantik dari sinaran bulan.
- Rasulullah umpama matahari yang bersinar.
- Aku belum pernah melihat lelaki setampan Rasulullah..
- Apabila Rasulullah berasa gembira, wajahnya bercahaya spt bulan purnama.
- Kali pertama memandangnya sudah pasti akan terpesona.
- Wajahnya tidak bulat tetapi lebih cenderung kepada bulat.
- Wajahnya seperti bulan purnama.
- Dahi baginda luas, raut kening tebal, terpisah di tengahnya.
- Urat darah kelihatan di antara dua kening dan nampak semakin jelas semasa
marah.
- Mata baginda hitam dengan bulu mata yang panjang.
- Garis-garis merah di bahagian putih mata, luas kelopaknya, kebiruan asli
di bahagian sudut..
- Hidungnya agak mancung, bercahaya penuh misteri, kelihatan luas sekali
pertama kali melihatnya.
- Mulut baginda sederhana luas dan cantik..
- Giginya kecil dan bercahaya, indah tersusun, renggang di bahagian depan.
- Apabila berkata-kata, cahaya kelihatan memancar dari giginya.
- Janggutnya penuh dan tebal menawan.
- Lehernya kecil dan panjang, terbentuk dengan cantik seperti arca..
- Warna lehernya putih seperti perak, sangat indah.
- Kepalanya besar tapi terlalu elok bentuknya.
- Rambutnya sedikit ikal.
- Rambutnya tebal kdg-kdg menyentuh pangkal telinga dan kdg-kdg mencecah
bahu tapi disisir rapi.
- Rambutnya terbelah di tengah.
- Di tubuhnya tidak banyak rambut kecuali satu garisan rambut menganjur
dari dada ke pusat.
- Dadanya bidang dan selaras dgn perut. Luas bidang antara kedua bahunya
lebih drpd biasa.
- Seimbang antara kedua bahunya.
- Pergelangan tangannya lebar, lebar tapak tangannya, jarinya juga besar
dan tersusun dgn cantik.
- Tapak tangannya bagaikan sutera yang lembut.
- Perut betisnya tidak lembut tetapi cantik..
- Kakinya berisi, tapak kakinya terlalu licin sehingga tidak melekat air.
- Terlalu sedikit daging di bahagian tumit kakinya.
- Warna kulitnya tidak putih spt kapur atau coklat tapi campuran coklat dan
putih.
- Warna putihnya lebih banyak.
- Warna kulit baginda putih kemerah-merahan.
- Warna kulitnya putih tapi sihat.
- Kulitnya putih lagi bercahaya.
- Binaan badannya sempurna, tulang-temulangnya besar dan kukuh..
- Badannya tidak gemuk.
- Badannya tidak tinggi dan tidak pula rendah, kecil tapi berukuran
sederhana lagi kacak.
- Perutnya tidak buncit.
- Badannya cenderung kepada tinggi, semasa berada di kalangan org ramai
baginda kelihatan lebih tinggi drpd mereka.


KESIMPULANNYA :

Nabi Muhammad sa.w adalah manusia agung yang ideal dan sebaik-baik contoh
sepanjang zaman.
Baginda adalah semulia-mulia insan di dunia.

NB:

Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesedaran untuk
mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan RasulNya mencintai kita
kerana sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka. Amin....


Usah gelisah apabila dibenci manusia kerana masih banyak yang menyayangimu
di dunia, tapi gelisahlah apabila dibenci Allah kerana tiada lagi yang
mengasihmu di akhirat kelak.

Menantu oooo menantu

Pak kasim seorang yg tamak harta.. dia menawarkan anak dara suntinya yg
cun melecun kepada golongan yg kaya raya sahaja.. suatu hari datang la
seman, seorang usahawan muda ingin melamar anak pak kasim. beliau cukup
sifat tanpa cacat cela tetapi beliau malas solat. setelah 3 hari
berkahwin..
seman masih duk kat umah mentuanya. setelah azan maghrib
berkumandang..pak kasim mengajak seman utk solat maghrib berjamaah.
seman gelabah.. sbb sebelum ini dia tak pernah solat.

Lalu seman masuk ke bilik untuk menemui isterinya. "yang.. camner
ni..abgtak penah solat ni"
"takpe bang.. abg ikut je ape yg ayah buat" isterinya berbisikperlahan..

Seman pun keluar untuk solat bersama pak kasim. setelah pak kasim
takbir..seman ikut takbir... lalu pak kasim membaca surah
alfatihah.."bismillahirrahmanirrahim..." seman pun turut membaca
bismillah dengan lantang... "bismillahirrahmanirrahim..."

Aisyh! pelik menantu aku ni. mazhab mana yg dia ikut? setahu aku imam je
yg baca kuat.. getus hati pak kasim..pak kasim buat selamba. dia terus
membaca surah al-fatihah. seman pun turut membaca surah al-fatihah dgn
kuat
seolah-olah seorang budak yg baru nak belajar mengaji.

pak kasim pelik.. lalu dia terus berpaling ke belakang utk melihat
seman. seman turut berpaling ke belakang kerana mengikut gerak langkah
pak
kasim. "ish! gila ke menantu aku ni??"

Pak kasim berjalan ke depan utk menjauhkan diri dari seman. Seman turut
berjalan ke depan mengikut langkah pak kasim. Pak kasim terus melarikan
diri melalui pintu depan dan terus menuju ke sawah di tepi rumahnya.
Seman terus berlari mengejar pak kasim sampai ke tepi sawah. tiba-tiba
pak kasim tergelincir lalu jatuh ke dalam sawah padi. Seman pun turut
menjatuhkan badannya ke dalam sawah seolah-olah tergelincir.

Pak kasim pun terus bertanya kepada seman.
"seman. apesal yg ko ikut aku sampai ke sawah ni?"
"ayah.. susah ye nak solat maghrib ni. baru saya tau. sampai kena
berlari.."

(huargh huargh huargh!!!! sedey nye kalau ada laki camnie !)

Blog Archive